Rabu, 04 Juli 2012

Juli dan Semangat Baru :))


Juli......
Awal Juli menyelip beberapa kisah unik, dan lagi tentang cinta. Bukan saya. Bukan hati ini. Tapi tentang cinta kedua temankuu. Tapi kali ini bukan cinta yang bahagia. Tapi tentang cinta yang kembali mengajarkan tentang apa artinya bertahan dan memilih untuk pergi. Mereka bercerita. Tentang cinta, yang sama-sama membuat mereka terluka. Mendengarnya, hanya bisa tersenyum tak berani berkata banyak. Cukup menyelipkan kata, "Berada didua posisi tersebut samasama memiliki konsekuensi masing-masing! Itu saja.. :)". Tak pernah benar-benar merasa ikhlas melihat mereka bercerita atau paling tidak berbagi tentang cinta mereka. Muak mendengar kata-kata itu. Jujur, saya masih trauma dan susah percaya dengan mereka yang selalu mengumbar rasa sayang. mereka tidak benar-benar menghargai kata sayang. percaya, dan setia.

Aghh.. forget it about that. Well.. Juli.... Entah mengapa akhir-akhir ini selalu tersenyum dan tersenyum. Gembira sekali Juli ini. Juli ini, berharap semoga bisa jadi lebih baik lagi. Dan menjadi sebuah pijakan baru.. Berharap segala urusan bisa dilancarkan dan dimudahkan.

Julii.... habis potong rambut. Hahaha. Dan kali ini, potong rambutnya agak pendek. Pengen suasana baru. Rambut, hati, dan sikap. Huii... Huii.. Berharap Juli dengan pijakan yang baru dan semoga segala sesuatunya dilancarkan. Amiien.....

                                              "Julii... Saya masiih setia dengan doa-doa kuu.. :))"

Saat sedang duduk, dan bersiap menghadap! Dhuhur.. :))
|Nino|

Minggu, 01 Juli 2012

Selamat Datang Juli

Baru sadar setelah istrahat sejenak dari rutinitas laporan. Hari ini tepat 1 Juli. Alhamdulillah sudah sampai dibulan Juli. Alhamdulillah juga sudah melalui Juni dengan perjuangan yang sangat luar biasa *lebay-.-*.

Juni menyimpan banyak cerita kali ini. Di awal bulan, pertama kalinya setelah 2 tahun tak mengucapkan selamat ulang tahun kepada 'My' karena sempat menghilang dan akhirnya bertemu kembali di Launching Bukunya Kak Huruf Kecil alias Kak Aan di Woodsygab hari itu. Di acara launching buku, dia sempat mengirimkan ku pesan dan kembali berkomunikasi dengannya. Sampai suatu saat, ternyata aku bertemu dengan di waktu yang berbeda, dan kembali saya mundur. Saya sudah tidak ingin di cap sebagai 'seorang perebut pacar orang' cukup sekali merasakannya dan itu sakit ketika semuanya harus berakhir. dan alasan lainnya, aku sudah tidak ingin bermain dengan SUMPAH SERAPAH.

Juni, saya masih setia mengerjakan laporan. Berhubung ini adalah Lab. terakhir, jadi melaluinya dengan semangat yang mengebugebu *alay*. Praktikum kali ini, menurutkuu tidaklah terlalu sulit. Karena materinya sudah menyempit ke pembahasan Listrik jadi materinya saling terkait. Akhir Juni kemarin tepatnya tanggal 29 hari Sabtu, final praktikum berakhir. Setidaknya, 1/4 nafas sudah lancar. Masih sedang menunggu ujian teori dan ujian rangkaian. Untuk ujian rangkaian kami *praktikan* diwajibkan membuat 1 rangkaian yang harus diujikan ke dosen pembimbing. Untuk ujian ini, saya membuat rangkaian Detektor Hujan. Setelah saya buat dibantu dengan asisten dan temanteman saya, alhamdulillah rangkaiannya berhasil. Tinggal tunggu waktu untuk segera menghadap.

kembali bercerita tentang Juni, pertengahan Juni saya ikut acara yang diadakan oleh Rumata Art Space, yaitu Makassar International Writers Festifal 2012 yang diadakan dibeberapa tempat di Makassar dengan beberapa agenda acara yang pastinya keren-keren. Well.. diacara pembukaannya sempat hadir. Dan disana ketemu dengan Mbak Dian dari Forum Lingkar Penanya Makassar, terus sempat duduk berdampingan dengan penulis Novel Sepatu Dahlan Kak Khrisna Pabichara yang malam itu juga sempat naik panggung untuk membacakan puisi yang sebelumnya dibacakan oleh Omar Musa kalau tidak salah ingat judulnya 'My Generation'. Penampilan Kak Khrisna, sangat keren.. keren.. keren.. dan keren *speechless*. Diacara pembukaan MIWF 2012, juga dihadiri oleh Kak Riri Riza selaku direktur di Rumata' Art Space, Kak Lili Yulianti Farid, dan banyak lagi. Tak Ketinggalan Kak aan Mansur yang malam itu jadi MC sama seorang perempuan dari luar negeri, namanya *lupajuga*. Lanjut,, acara MIWF 2012 sendiri berlangsung selama 5 hari dimulai dari tanggal 13-17 Juni. Ada banyak agenda yang keren dengan pemateri dan pengisi acara yang keren juga. Acara yang sempat mampir itu pas pembukaan, Sing Your Poetry juga. waktu itu sempat akan menghadiri acara Seminar Menulis bareng Ahmad Fuadi  di UMI Makassar tapi mendadak ada acara respon bareng Asisten *jengkel*. Begitu juga sama penutupannya, tidak bisa hadir garagara kaki sakit habis jatuh dari motor. Sempat ada yang mengirimi kuu pesan, dan saya tidak pergi!

Lepas acara MIWF 2012 yang luar biasa keren. Lanjut mengurusi sang Dian yang lumayan merepotkan akhirakhir ini. Dan yah.. tanggal 12 dan 19 seperti biasa menungguinya selama 5jam itu rasanya sesuatu banget. Hujan pula. Dan hari itu sepatu kesayangan ku kotor! Huuahh.. ngamuk! Dan minta Dian yang membersihkannya. *ketawalicik*. Kelar menemaninya, masih setia dengan laporan yang harus ACC karena harus masuk Lab lagi.

Acara lain yang ada di Juni itu, pertemuan dadakan dengan Kak Adhy Rical di Gedung Kesenian Makassar dan berbagi cerita tentang dia dan dunia perfilman yang sedang menyibukkan dirinya. Sempat menyinggung juga tentang MAjalah Elektroniknya Indonesia Freedom Writers yang hari ini sudah terbit dan didalamnya ada puisinya Kak Adhy juga.

Well.. itu yang terjadi sepanjang Juni. Ada banyak cerita yang tak bisa dirapal satu per satu. Benar-benar bulan yang sibuk. Tapi alhamdulillah semuanya lancar. dan sekarang, selamat datang Juli. Aku yakin pasti akan lebih indah.. Dan seperti biasa selalu ada doa terindah diawal pijakan tanggal 1 tiap bulannya.. dan doa kuu untuk Juli masih seperti kemarin, Sabar dan Ikhlas itu saja.

Sekali Lagi... Selamat Datang Juli.. :))

Saat sedang menikmati senja pertama di Bulan Juli.
Habis rintik.. dan saya masih betah merindu.. 
|Nino|


Kamis, 28 Juni 2012

Beginilah Seharusnya Kita

Dulu, aku pernah disana menemaninya belajar tentang arti sebuah pijakan yang baru. Belajar seperti apa seharusnya kita dan seperti apa harusnya hidup. Aku bersamanya. Menikmati setiap pijakan yang didalamnya penuh dengan luka dan air mata. Meski bukan menjadi seorang guru yang baik, tapi aku pernah mengajarkannya 'sedikit' tentang hidup meski mungkin tak pernah benarbenar berguna untuknya.

Aku pernah disana, masih setia duduk menemaninya belajar. Tentang dunia baru yang dia geluti. Tentang sebuah hobby baru yang mengantarkannya melihat sisi lain kehidupan yang ada. Kebiasaan baru yang mengajaknya kemudian pergi. Jauh. Meninggalkankuu dengan hanya sisa-sisa kenangan manis yang penuh luka. Menangis dan tersenyum kecut pada diri sendiri. Dia memilih untuk pergi. Dan aku lebih memilih untuk bertahan. Bertahan pada pijkan yang sama, meski kini tak lagi berjalan beriringan.

Aku pernah disana, tapi kini tak lagi menemaninya belajar. Setelah dia memilih untuk pergi, aku masih setia berjalan sendiri dengan pijakan yang masih sama. Kamu pergi. Tanpa sempat pamit. Dan aku hanya bisa tersenyum sambil berbisik lilrih, "beginilah seharusnya kita. Jauh sebelum semuanya terjadi sampai hari ini. Sampai jumpa sayang. Jangan kembali lagi."

"Kita berbeda. Aku hanyalah seorang biasa yang tak punya apa-apa. Aku hanyalah seorang Cinderella tanpa sepatu kaca. Sementara kamu adalah seorang Pangerang yang bergelimang harta dengan hidup yang selalu berkecukupan. Dan kita tak mungkin sama. Dan tak akan pernah sama."


Makassar, 28 Juni 2012
Masih akan ada cerita lagi setelah ini. Semoga. :)
|Nino|