Jumat, 16 Maret 2012

GWS Papaa..

Sejak 5 hari terakhir, tibatiba kangen rumah. Tepat setelah 5 hari yang lalu Papa nelpon dan sejak 5 hari itu juga Papa sudah ngak pernah nelpon lagi. Awalnya, fikir kalo Papa sama Mama lagi sibuk, soalnya adek kuu yang ditengah bakal ngikutin Ujian Akhir Sekolah. Tapi, lamalama kangen juga tidak mendengar celotehan mereka semua saat nelpon ramerame. Dan akhirnya, perasaaan tidak enak. Selalu mikirin keadaan Papa, karena Papa akhir-akhir ini kesehatannya gampang drop. Well.. saya kirim pesan singkat ke Papa tapi tidak dibalas padahal biasanya kalo saya kirim pesan singkat Papa langsung nelpon.

MM..... perasaan sudah sangaat tidak tenang karena selalu keingat sama Papa. Dan akhirnya, memutuskan untuk nelpon Papa, dan ternyata Papa lagi sakiit.. :( (Cryiiingg) Kageeet.. Kenapa ngakk ada satu pun yang nelpon kasi tau kalo Papa lagi sakit.. T.T
Mama bilang maaf tapi Papa memang yang mau supaya gak bilang ke aku kalo Papa lagi sakit.. -.-! MM..... Sesak Napasnya Papa kambuh, dan badannya lemas + demam. Tenang waktu Papa bilang kalo dia sudah agak baikan.. Huuufffttt.. :)





Get Well soon Paa...
Miss yuu.. :)"

Kamis, 15 Maret 2012

Satu kata Percaya


Pada sebuah malam yang pengap diantara purnama dan langit yang mengap. Aku melihatmuu menangis, menyeka butiranbutiran air mata yang perlahan jatuh melintas dipipi muu. Aku bahkan tak percaya melihatmuu meneteskan air mata saat aku hendak beranjak pergi. 


Katamuu, sepertinya aku sudah tak lagi memberimu rasa percaya kuu. Hingga kau pun meneteskan air mata. Melihat semua yang sudah kita lakukan, semua yang sudah kita jalani ‘kepercayaan’ adalah sesuatu yang sangat berarti untuk kita. Tapi, ternyata percaya kuu telah berkurang sayaang bahkan perlahan pudar. Aku tak lagi tau harus menjalani kisah kita seperti apa. Bimbang.. Sungguh. Aku tak tau harus bagaimana lagi menghadapimuu, sampai akhirnya kuu putuskan untuk mengakhiri semuanya. Karena bagikuu, kepercayaan adalah pondasi untuk kita ke depannya. Dan sekarang, aku tak lagi menemukan ‘percaya’ itu. 


Namun, malam beranjak menyambut  pagi yang kemudian membuatmuu berkata untuk memperbaiki semuanya. Aku mungkin ‘bodoh’ karena masih memberimuu kepercayaan kuu untuk memperbaiki semuanya, karena ternyata kamu bukan orang yang benarbenar bisa dipercaya.  Dan kuu rasa, itu hal terbodoh yang kuu lakukan untukmuu, karena aku memberikan ‘percaya’ kuu untuk seseorang yang tak pernah menghargai sebuah kata ‘percaya’.

Samata, 14 Maret 2012 08.01 a.m
Saat kuu temukan sebuah catatan tentang ‘korban perasaan’. Sebenarnya, tidak ingin memposting ini, tapi hanya sedang ingin menegaskan sesuatu. :D

"Semesta.."

Dan ketika semesta tersenyum, karena dia bahagia, kau telah menemukan kembali jalanmuu, setelah sempat tersesat diantara persimpangan yang tak berujung.

Bukankah indah sayang, ketika kau belajar ikhlas dan melepas orang-orang yang kau sayang.

Aghh.. selalu sempurna..


Samata, 15 Maret 2012
Pada sebuah serpihan kisah yang telah benarbenar lalu.