Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2014

Senja itu, Kita!

 
photo taken by me

Ada cerita dibalik senja kali ini. 
Cerita tentang kita yang tak bisa saling bertemu untuk melepas rindu. 
Menitip rindu lewat rintik yang sesekali hadir mendahului mentari menyambut pagi.
Cerita tentang kita yang sedang bersahabat baik dengan waktu.
Mencoba untuk bertahan meski terkadang jengah menungguimu kembali.
"Kekasihku..  Semoga kita segera dipertemukan. Titip hati kuu. Cepat kembali!"



Teruntuk Cinta yang sedang sibuk mengerja cita di Pulau Seberang..
Maaf tak bisa mengunjungimu. Doa kan semoga bisa menyusulmu mengejar gelar selanjutnya.
"N"  

Jumat, 16 November 2012

Selamat Datang [kembali]

Ketika kemudian ada yang kembali hadir. Mengetuk pintu yang memang tak pernah tertutup.

Sayang, ini kali sekian kau mengetuk!
Aku sudah mempersilahkanmuu masuk.
Luka kuu masih tersimpan,, tapi kuu ucap selamat datang kembali..

Aku masih mencintaimuu..
Lengkap dengan luka dan airmata..


|Ketika tanda koma memasuki inbox pertama lepas senja hari itu!|
|11 November 2012|

Selasa, 28 Agustus 2012

Mereka yang Romantis

Seperti mereka yang gemar menikmati hal-hal yang romantis.
Duduk berdua. Memainkan kaki. Menunduk atau sesekali menengadah ke langit.
Lalu kemudian saling melempar senyum.
Dibalik senyum itu, ada mata sendu yang menyampaikan pesan, "Aku mencintaimu. Jangan pergi lagi!".
Lalu kemudian sama-sama berlalu dalam rangkulan kala senja perlahan pamit.

Seperti mereka yang gemar menikmati hal-hal yang romantis.
Sayangnya, saya duduk sendiri. Memainkan mata. Dan sesekali melempar senyum.
Dibalik senyum itu, ada mata yang tidak sendu menyampaikan pesan, "Semoga tidak bertemu dengannya lagi."
Lalu kemudian berlalu dengan mendekap buku yang mengajaknya menghabiskan senja yang juga perlahan pamit.



 Bagian dari sebuah tingkah saat sedang menghabiskan sebuah cerita dari sebuah buku.

12.47 A.M
Tidak bisa tidur!


Kamis, 09 Agustus 2012

Malam, Aku Pamit!


“Sayangnya aku mempercayaimu lebih dari yang kau tahu.”

Memercayaimu sepenuhnya. Sampai kau berucap untuk melepaskan genggaman  tangan kita. Sempat berfikir kau hanya bercanda. Sampai akhirnya kau meyakinkanku. Kau memang ingin pergi. Batin Diah.

Aku terima. Untuk apa mempertahankan semuanya jika ternyata hati sudah tak ada rasa?

Jauh sebelum ini pun, aku sudah mendapatimu tak lagi sama. Kau pun berbeda. Dan sejak saat itu. Aku lebih memilih untuk meyakinkan hati, bersiaplah untuk segala kemungkinan terburuk.

Dibalik hangatnya malam  perlahan aku menarik selimut yang menutupi diriku dan dirimu!

“Aku pamit. Terima kasih untuk semua yg telah kau berikan selama ini. Dan maaf atas kesalahan yg pernah ku lakukan. Baik-baik yahh..”

Dan malam pun seolah mengiyakan keputusan itu. Mereka berpisah sesaat setelah bercumbu menikmati malam yang hangat. Mereka berpisah dalam diam setelah mengusaikan leguhan ternikmat yg pernah mereka cicipi. 



Jumat, 30 Maret 2012

Surat teruntuk Dirikuu Sendiri


Dear,
My self

          Sometimes, bagi kita hidup memang kadang tidak adil. Kita menginginkan sesuatu untuk selalu ada didekat kita, selalu ada untuk kita, dan menginginkan sesuatu untuk selalu jadi apa yang kita inginkan tapi sesungguhnya itu semuanya hanyalah sesuatu yang dititipkanNya untukmu. Dia menginginkannya agar kamu bisa benarbenar menjaga apapun yang diberikanNya untukmu tapi Dia juga akan mengambil apa yang kamu miliki suatu saat nanti. Semua yang sudah kamu miliki, yang pernah kamu miliki.  Dan semua itu akan menjadi sebuah pelajaran untukmu ke depannya.
          Belajarlah untuk bisa menerima suatu keadaan atau kondisi, sekalipun itu susah, sulit, dan membuatmu harus bekerja ekstra untuk melaluinya. Belajarlah untuk kuat. Kuat yang benarbenar kuat. Kuat yang benarbenar bisa membuatmu bertahan dalam sebuah keadaan yang benarbenar membuatmu merasakan sakit yang bukan Cuma sekedar sakit. Belajarlah untuk ikhlas dan sabar, karena dengan ikhlas dan sabar, sebuah usaha akan berbuah indah meskipun mungkin bukan sekarang. Belajarlah untuk memaksa dirimu untuk benarbenar tegar, bukan hanya tegar didepan mereka, tetapi tegar untuk dirimu sendiri karena dengan begitu kau akan kuat melalui semuanya. Belajarlah untuk menerima sebuah kondisi yang ada disekitarmu. Belajar untuk tidak terlalu peduli, karena jadi orang yang terlalu BAIK itu tidak enak. Dan belajar untuk tidak selalu menganggap bahwa semua yang kita lakukan itu baik, karena tidak semua yang kita anggap baik itu, juga akan baik menurut orang lain. Belajar untuk menerima sebuah perubahan yang terjadi, meski mungkin itu adalah sebuah perubahan besar.
Hidup memang adalah sebuah pilihan, dan kamu sudah memilih kondisi ini, kondisi kamu yang sekarang adalah pilihanmu, jadi belajarlah bertanggungjawab dengan apa yang telah kamu lakukan, bertanggungjawab dengan apa yang sudah kamu mulai karena yang akan mengakhirinya bukan dia, teman, sahabat, ataupun keluarga, tetapi yang harus mengakhirinya adalah dirimu sendiri. Meskipun, memang terkadang keadaan membuat kita sulit untuk melakukan itu semua tapi jadikan sebuah masalah yang kamu lalui sebagai sebuah pembelajaran hidup untuk diri sendiri.
          Sebuah pilihan terkadang memaksakan kita untuk melakukan apa yang ada diluar pikiran sehat kita. Melakukan halhal yang bodoh, menangis, meraungraung, menertawakan  diri sendiri, bahkan membanting barangbarang, bukankah itu tindakan yang bodoh?? Heii..... wake up! Life must go on. Sebuah masalah tidak akan selesai dengan melakukan tindakantindakan bodoh itu. Berhenti menyalahkan diri sendiri, berhenti menyakiti diri sendiri, dan berhenti menatap sebuah masalah sebagai sebuah akhir yang akan terulang. Ingat, masih banyak yang menyayangimu, maasih banyak yang memberikan senyum tulusnya untukmu, masih banyak yang akan selalu ada untukmu. Berhenti menatap sebuah masalah sebagai sebuah akhir yang akan terus membuatmu terpuruk, membuatmu memaki diri sendiri. Ini yang sudah kau pilih, diantara sekian banyak pilihan yang ada. Baik tidaknya pilihan yang kau ambil adalah apa yang harus kau lalui. Ini yang harus kamu jalani sekarang. Kata sesal itu sudah tidak berguna.
          Sekarang, kamu hanya ada pada sebuah pilihan. Melanjutkan hidup. Menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Menikmati konsekuensi dari sebuah pilihan yang sudah kamu ambil. Belajar untuk bertanggungjawab dengan sebuah pilihan. Belajar untuk percaya bahwa semua akan indah pada waktunya meski itu tidaklah mudah. Belajar untuk pass it by yourself. Karena kamu sudah memilih. Dan pilihanmu yang memaksamu untuk melalui keadaan seperti sekarang ini.
          Memulai untuk sebuah pijakan yang baru memang tidaklah mudah. Tapi ingat, pilihan hidup adalah pilihan diri sendiri, dan belajarlah untuk bertanggungjawab  terhadap diri sendiri. Melangkah untuk memperbaiki pijakan yang lalu, adalah pilihan yang terbaik untuk bangkit dari sebuah keterpurukan. Belajaar... belajaar.. dan belajaar.. Belajarlah untuk lebih baik. J
Notes :
Remember thiis song.
“Hidupmuu indah bila kau tauu.. jalan mana yang benar.. Harapan ada,, harapan ada.. bila kau percaya.. J”

With Love..

Nino_

Rabu, 28 Maret 2012

Kenyataan Perasaan

Tepat saat rintik menyambut siang, saya menemukan apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan besar saya selama yahh biasa dikatakan 3 bulan ini. Dan saya menemukannya tepat siang ini. hahaha.
Rasanya sakit. Sakit sekali malahan.... tapi entah mengapa ada kepuasan tersendiri saat mengetahui semuanya. Hati rasanya lebih tenang, karena ternyata apa yang saya fikirkan selama ini itu benar.

Siang ini sempat mengulang kembali sisa-sisa kenangan dari kisah kemarin. Yahhh... masiing sangat terlihat jelas sebuah pesan yang dikirim 5 Januari 2012 :

                                       From : Bebebphh Jelek
                                                  "Sekali lagi ini bukan tentang wanita lain!"

Hahaha. Entah apa yang harus saya katakan setelah menemukan apa yang tertulis tepat pada Desember 2011. Ckckckkk.. Apa semua ini memang balasan dari sebuah kisah yang awal terjalinnya memang sudah penuh dengan luka??? Atau ini adalah sebuah sumpah serapah yang dilontarkan seseorang yang tersakiti karena tingkahkuu?? Aghhh... Entahlahh! Sekarang cuma bisa menganggukngangguk sambil tersenyum mengingat apa yang sudah terjadi. Dan yang pasti, menertawakan diri sendiri yang dengan mudahnya hidup dalam sebuah kisah yang penuh dengan kebohongan! Hahahaa.

Tapi percayalah sayang, Aku bahagia melihatmuu dengannyaa..
Karena dengannyaa,, kau temukan apa yang kau cari selama ini..
Dan kuu tau, dia jauh lebih baik dari saya.. :)
Dan semoga dia adalah yang terakhiir untukmuu..
Dan masih seperti ucapankuu 20 Maret lalu, semoga tidak ada lagi luka setelah inii.. :)


Nino_

Aku Trauma


Entah dari mana sedang ingin menulis, bingung mau tulis apa tapi ini yang sempat singgah dilamunan pada sebuah pagi yang sakit. Ini mungkin lebih ke-yang rasa kecewa. Rasa kecewa yang sudah tersimpan lama, dan jelas ini semua muncul setelah kisah yang lalu itu berakhir.

Sekarang, ada rasa ‘TAKUT’ untuk kembali mencicipi rasa itu. Trauma. Yahh.. mungkin kata itu bisa menggambarkan apa yang sedang saya rasakan. Trauma karena pernah menikmati kisah yang ternyata dipenuhi dengan kebohongan. Trauma yang mungkin bisa dikatakan LEBAY tapi, thats what I feel. Kisah yang indah itu ternyata tersaji bersama kebohongan. Saat sebuah kejujuran sudah tidak memiliki nilai yang penting, saat kebohongan sudah menjadi santapan paling enak, dan saat kepercayaan sudah tidak lagi bernilai.

Jujur, sekarang benarbenar merasa takut untuk jatuh lagi walaupun tidak menutup hati tapi mungkin akan benarbenar selektif untuk memilih. Ketakutan yang berlebihan mungkin, tapi untuk memulai suatu yang baru lagi, rasa takut lebih sering menghantui untuk memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya.

Sekarang, sedang tidak ingin mencicipi rasa itu lagi. Masih takut dan belum siap mengalami kekecewaan lagi.. Hahaha. Ternyata kisah yang kemarin ‘SUKSES’ membuat saya menertawakan diri sendiri. Walaupun sebenarnya ada yang mencoba untuk mengembalikan keinginan untuk mencicipi rasa itu, tapi ternyata rasa takut saya lebih besar. :D

Sekarang hanya sedang ingin menjalani semuanya dengan apa adanya. Lebih ingin semuanya berjalan apa adanya. LET IT FLOW sajalah untuk sekarang ini. Dan sedang betah menikmati sisasisa luka. J


Samata, 29 Maret 2012
Tentang sebuah kecewa dan tepat memilih kata ‘TRAUMA’

Tulisan Usang


Pada sebuah pagi di 7 februari. Agh.. banguun lebiih pagii dari biasanyaa.. menikmatii ocehan keluarga kecilkuu yang berakhir di meja makan. Pagi itu lengkap dengan pisang goreng yang takkan tergantikan buatan Mama sayaang,, semuanyaa ceria mengucapkan ucapan selamat walau tanpa kue tart. Karena memang tidak pernah ada kue tart pada pergantian umur dalam keluarga kecilkuu.. cukup dengan doa bersama semoga diberikan yg terbaik diumur yg sebenarnya semakin berkurang. Hidup dalam keluarga yang sederhana membuat kuu merasa biasa dengan perayaan yang apa adanya. J

Yah.. sekarang sudah 19 tahun. Tahun terakhir dengan kepala 1. :D

Beranjak menuju dewasa. Sesungguhnyaa,, sebelum pergantian umur ini pun sudah sejak lama belajar untuk jadi dewasa atau paling tidak berfikir dewasa. Tapii,, ternyata tidak mudah untuk dikatakan ‘DEWASA’ atau apalah itu. Ada banyaak yang masiih harus dipelajarii. Salah satunyaa belajar ikhlas dan belajar untuk memandangan masalah dari dua sisi yang berbeda atau bahkan lebih.

Pertambahan umur kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Yahh.. tahun inii terasa banyaak perubahan yang harus dilakukan ke depan. Sedikit menengok kebelakang,, masih dengan sikap kekanak-kanakan,, manja yang luar biasa,, susah mengerti orang lain,, selalu ingin jadi yang pertama,, masih memberikan ‘PERCAYA’ yang luar biasa tetap selalu dikecewakan dan belum bisa mandiri sepenuhnya. Yahh... that’s what I have been done since 1 years. Benar-benar belum ada perubahan. Masiih dengan masalah itu.. dan belum bisa belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya. Uugghhh... sangat jauh dari kata DEWASA.

Tapii,, saya tidak ingiin dikatakan sebagai sosok yang dewasa. Hanya ingin melalui hari-hari ke depannya dengan lebih baik. Belajar dari masa lalu. Dan perlahan ingin merubah sikap yang jelek-jelek. Tahun ini,, benar-benar ingin menjadi lebih baik. J


Tuhan, ijinkan aku untuk berbuat lebih baik dan melakukan hal-hal yang baik dipertambahan usia kuu kali ini.
Ijinkan aku untuk memperbaiki kesalahan yang pernah kuu lakukan dahuluu..
Ijinkan aku dan ingatkan aku untuk selalu dekat denganMU..
Berikan Aku jalan untuk lebih baik..
Berikan aku kekuatan untuk melalui semua cobaan,, kelak dipijakankuu selanjutnya..
Tegarkan aku dan berikan aku rasa ikhlas untuk melalui semuanya..
Dan berikan aku keyakinan untuk selalu berpositif thinking.. J


Palopo, 7 Februari 2012
Tepat pada senja pertama di 19 tahun. J

Pelajaran

Ini tentang sebuah pelajaran, bukan lagi tentang sesal. Kita sudah tidak lagi bicara tentang sesal. Meski kecewa masih betah mampir meski tak diundang untuk lalu-lalang ngalor ngidul berbicara tentang kenangan masa lalu, untuk kembali mengingatkan tentang sebuah CINTA yang menjemput tepat pada sebuah senja yang akhirnya adalah luka. Aghh.. sudahlah sayang, tak usah berlamalama disana.. segeralah pergii.. lekas! Aku sedang menikmati sebuah serangan asam lambung yang sungguh sangat tidak mengenakkan. Sampai jumpa pada pelajaran berikutnya.. 

Samata, 27 Maret 2012 
 

Selasa, 20 Maret 2012

"Indonesiakuu : Bukan Meninggalkan, tapi DITINGGALKAN!"


Beranjak menjemput senja yang setia bersama rintik, saya lebih memilih untuk duduk setia di depan TV. Awalnya, hanya mencaricari channel yang layak atau yang menyajikan acara-acara yang yahh bisa dikatakan menarik, sampai akhirnya bercokol di Trans7 dan TransTV. Waktu itu dengan saksama menikmati program ‘Indonesiaku’.

Program ini membahas tentang wilayah-wilayah di Indonesia yang bisa dikatakan jauh dari campur tangan pemerintah. Salah satu wilayah yang menjadi pokok pembahasan pada program kali ini adalah salah satu daerah di Pekan Baru, Riau tepatnya di desa Talang Mamak. Desa ini masih berada dalam wilayah Taman Nasional yang dimana hewan dan tumbuhannya dilindungi oleh Pemerintah.

Desa Talang Mamak atau suku Talang Mamak adalah salahsatu suku Melayu Tua. Suku ini berada di seputaran Sungai Gansal. Untuk bisa sampai ditempat ini dibutuhkan waktu 8 jam dengan menggunakan perahu yang bentuknya agak panjang menurut saya dengan jalur Sungai yang yah bisa dikatakan jalurnya lumayan bikin perut mual (berhubung ngakk suka sama yang namanya ‘jalur’ sungai dan laut. SCARY! >.<) dan malihat tayangannya medannya itu lumayan menantanglah bagi yang suka berArungJeram ria. Selain itu bisa dengan berjalan kaki dengan menempuh jarak kurang lebih 3 – 4 jam tetapi harus melalui medan-medan yang agak menanjak.

Well.. melihat desa dan kehidupan masyarakat kecil yang ada di daerah ini sekitar 30 menit, kesan yang saya dapat ‘kehidupan’ orangorang ini sangat miris. Bagaimana tidak, melihat kondisi masyarakatnya yang berada jauh dari hiruk-pikuk kota, kondisi ekonomi yang hanya bergantung pada hasil kebun yang tidak lain hanya berasal dari buah-buahan yang tumbuh di dalam Taman Nasional. Mereka tidak lagi sebebas dulu untuk berburu dan mengolah kebun-kebun liar tersebut karena sekarang semua tanaman dan hewan yang ada di sekitar mereka termasuk didalamnya, kayu, harimau sumatera, tapir, dan lainnya. Sebelumnya, mereka hidup tentram dengan menerapkan sistem mengolah tanaman sekitarnya dengan sistem ‘ladang berpindah’ namun kegiatan ini mereka tinggalkan melihat sudah ditetapkannya sebagian Taman Nasional.

Hal miris lainnya yang saya liat dari tayangan ini, yaitu tidak adanya aliran listrik yang masuk ke tempat tinggal warga, padahal mereka membayar pajak yang notabene adalah sebuah kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia yang ditujukan untuk pembangunan wilayah mereka sendiri, tapi apa yang seperti ini yang dikatakan ‘PEMBANGUNAN UNTUK RAKYAT’??? Meraka rutin membayar pajak dan menyisihkan uang yang mereka miliki, tapi mereka bahkan tidak bisa mencicipi jerih payah mereka yang rutin mereka kumpulkan. Bukan hanya itu, sekolah yang ada ditempat mereka kalau menurut saya itu sangatlah tidak layak, walaupun memang warga desa tersebut tidaklah banyak tapi, bukan kah pendidikan itu harus merata?? Seperti yang disebutkan pada salah satu Pasal di Undang-Undang kita?? Kembali mengapa saya mengatakan bahwa sangat tidak layak, karena sekolah ini tidak mempunyai tenaga pendidik! (WHAT??? Sekolah tanpa GURU.. Bagaimana bisa???) Bukan hanya itu ruang kelas mereka pun hanya berdindingkan kayu dengan alat tulis seadanya. Bukan hanya tentang masalah pendidikan, tetapi juga masalah kesehatan, tenaga medis yang datang ke daerah ini hanya 1 kali setahun(ckckckckkk) dan ditempat ini tidak ada Pusat Kesehatan Masyarakat alias Puskesmas (..OMG..).

Seperti inilah nasib salah satu Desa yang berada di dalah hutan dengan transportasi yang bisa dikatakan sulit dan tidak terjamah oleh tangan-tangan pemerintah walaupun berada satu lingkungan dengan Taman Nasional yang tidak lain dikelola oleh Pemerintah. Seperti ini jugalah janji-janji para petinggipetinggi yang duduk diatas singgasana yang mengatasnamakan ‘RAKYAT’! Mungkin benar apa yang dikatakan oleh salah satu warga di Desa Talang Manak, yakni “Bukanlah kami yang meninggalkan Negara ini, Tapi kamilah yang DITINGGALKAN!”
Aghh... Indonesiakuu..
Sampai kapan kau akan terus seperti inii??
Dimana PANCASILAmuu..
Dimana Undang-Undangmuu..
Dimana hak-hak rakyatmuu..

#ini barulah secuil fakta yang ada di Negerikuu ini.. Negeri yang selalu kuu bangga-banggakan..

Kamis, 15 Maret 2012

Satu kata Percaya


Pada sebuah malam yang pengap diantara purnama dan langit yang mengap. Aku melihatmuu menangis, menyeka butiranbutiran air mata yang perlahan jatuh melintas dipipi muu. Aku bahkan tak percaya melihatmuu meneteskan air mata saat aku hendak beranjak pergi. 


Katamuu, sepertinya aku sudah tak lagi memberimu rasa percaya kuu. Hingga kau pun meneteskan air mata. Melihat semua yang sudah kita lakukan, semua yang sudah kita jalani ‘kepercayaan’ adalah sesuatu yang sangat berarti untuk kita. Tapi, ternyata percaya kuu telah berkurang sayaang bahkan perlahan pudar. Aku tak lagi tau harus menjalani kisah kita seperti apa. Bimbang.. Sungguh. Aku tak tau harus bagaimana lagi menghadapimuu, sampai akhirnya kuu putuskan untuk mengakhiri semuanya. Karena bagikuu, kepercayaan adalah pondasi untuk kita ke depannya. Dan sekarang, aku tak lagi menemukan ‘percaya’ itu. 


Namun, malam beranjak menyambut  pagi yang kemudian membuatmuu berkata untuk memperbaiki semuanya. Aku mungkin ‘bodoh’ karena masih memberimuu kepercayaan kuu untuk memperbaiki semuanya, karena ternyata kamu bukan orang yang benarbenar bisa dipercaya.  Dan kuu rasa, itu hal terbodoh yang kuu lakukan untukmuu, karena aku memberikan ‘percaya’ kuu untuk seseorang yang tak pernah menghargai sebuah kata ‘percaya’.

Samata, 14 Maret 2012 08.01 a.m
Saat kuu temukan sebuah catatan tentang ‘korban perasaan’. Sebenarnya, tidak ingin memposting ini, tapi hanya sedang ingin menegaskan sesuatu. :D

Selasa, 13 Maret 2012

Malam ini

Lemaas.. Kepala pusiing.. Badan demam.. tulaang pipi sakii..
Ugghh.... this a bad condition. Yahh.. sekarang saya sedang sakit. Alergi kambuh garagara keseringan keluar rumah ngaak pake masker, dan keluar rumah pas lagi hujan. Dengan kata lain, saya sakit garagara diri saya sendiri.

Akhirakhir ini, sering keluar rumah karena mengurus beberapa hal yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi 'dipenting'kan. Terlalu sering mengeluarkan energi tapi tidak memikirkan pasokan energi dalam tubuh dan yahh.. berakhirlah seperti ini. SAKIT. Alergi kambuh garagara debu dan keseringan kena hujan. Kepala awalnya sakitnya gak sakitsakit amat tapi lamalama tambah parah dan akhirnya disammbut dengan demam.

Alergii dengan debu merupakan salah satu hal yang sangat berat untuk saya karena disekitar tempat tinggal saya adalah tempat yang langganan dilalui mobil2 yang 'mwmbawa' debu. Dan alhasil, alergi meningkat ditambah sekarang musim penghujan setia menemani kota Makassar dan sekitarnya.

Saya alergi dengan debu dan 'huja' (kalo kena hujan maksudnya). Dan saya punya penyakit sinusitis yang sudah sejak dari SMA kelas 3. Penyakit saya ini biasanya kambuh kalo alerginya kambuh. Atau dengan kata lain saya tidak boleh 'flu', karena pasti dan yakin akan meningkatkan kemungkinan sinus saya kambuh. >.<

Dengan kondisi seperti ini, saya bisa belajar untuk lebih menjaga kesehatan tubuh dan menjaga stamina agar tetap stabil. Dan yang pasti, menyediakan masker dan jaket agar terhindar dari hujan. :D"

Minggu, 29 Januari 2012

Dan sekali lagii.. ini tentang luka!

"kita pernah menuliskannyaa pada sebuah senja yang jingga pun pada rintiik yg perlahan memenuhii setiap sudut kota itu.
kita pernah beranjak,, menapak,, melintas jauh diantara rerumputan dan durii..
kita pernah teriisak dan merataap nataap saat malam mulaii beranjak jauh..

sesaal..
yah.. itu memang yang terlintas saat mengingat setiap kenangan yang pernah lalu lalaang disetiap hembusan nafas..
tapii,, bukankah aku harus ikhlas??
ikhlaas melepasmuu..
ikhlaas menjalanii semuanyaa..
ikhlaas menatapmuu bukan lagii sebuagaii sebuah cintaa..
dan cukup menyimpanmuu sebagai sebuah kenangan dengan luka??

tapii.. pada kenyataannya aku suliit untuk ikhlaas..
aku tak mudaah untuk menatapnyaa sebagai sebuah akhir yang baikbaik sajaa..
menatapnya tidak bukan sebagai sebuah sesal dan luka..

aku sadaar.. ternyata tidak mudah melepasmuu..
tak mudah menatapmuu sebagai sajak indah..
tapii kamu tersimpan rapaat sebagai sebuah sajak yang luka..

dan aku..
diamdiam masiih menyimpanmuu rapaat pada senja diantara rintiik yang jatuuh menderas!

SAMATA, 29 Januari 2012
tepaat saat aku masiih berkutat dengan tugas.. :)"

Minggu, 22 Januari 2012

"Sesal

Ternyata salah mengenalmuu sayaang..
aghh... ada sesaaal terseliip dihatikuu..

aku menangiiiss..
terisaaak diantaraa sesaaal yg beru kuu sadarii sekaraang..

akuu membenciimuu sungguuuuuhhh!"

"Terisak"

"dan pagii ini aku masiih terisak diantara rintik yang menjemput pagii subuuh tadii..
akuu terisak dalam sujud kuu..
menatap nanar diantara pekatnyaa subuh..
inikah yang seharusnya dari dulu kau ajarkan??
inikah akhir yang tak pernah kita fikirkan??

Aku sakiit..
aku tak lagii menemukan dirikuu yang dulu..
aku tak lagii melihat indah dalam setiap langkah gontai kuu..

akuu jatuuh..
terpuruuk diantara subuuh yang menjemput pagii..
Aku jatuuh...
jatuuh dalam kesendirian yang menyiksa..
Aku jatuuh...
Jatuh diantara senyum indah mentarii..

aku rapuuh..
aku jatuuh..
dan aku masiih terisak.."