Tampilkan postingan dengan label senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2014

Senja itu, Kita!

 
photo taken by me

Ada cerita dibalik senja kali ini. 
Cerita tentang kita yang tak bisa saling bertemu untuk melepas rindu. 
Menitip rindu lewat rintik yang sesekali hadir mendahului mentari menyambut pagi.
Cerita tentang kita yang sedang bersahabat baik dengan waktu.
Mencoba untuk bertahan meski terkadang jengah menungguimu kembali.
"Kekasihku..  Semoga kita segera dipertemukan. Titip hati kuu. Cepat kembali!"



Teruntuk Cinta yang sedang sibuk mengerja cita di Pulau Seberang..
Maaf tak bisa mengunjungimu. Doa kan semoga bisa menyusulmu mengejar gelar selanjutnya.
"N"  

Jumat, 16 November 2012

Selamat Datang [kembali]

Ketika kemudian ada yang kembali hadir. Mengetuk pintu yang memang tak pernah tertutup.

Sayang, ini kali sekian kau mengetuk!
Aku sudah mempersilahkanmuu masuk.
Luka kuu masih tersimpan,, tapi kuu ucap selamat datang kembali..

Aku masih mencintaimuu..
Lengkap dengan luka dan airmata..


|Ketika tanda koma memasuki inbox pertama lepas senja hari itu!|
|11 November 2012|

Senin, 09 Juli 2012

Hijab Style


Iseng-iseng, minggu tidak ada kerjaan.
Hijabnya hadiah kelulusan dari Mam.
Baju dari Mama juga.. :))
Pasmina : Unbranded
Hijab style : Turban


|Nino|

Senin, 25 Juni 2012

Tentang Senja

Lepas membaca tulisan Mbak Ne' tentang senja.. Aku kembali tersentak..

Aku pernah memilikii senja indah nan romantis diharikuu. Yahh.. Aku bahkan pernah menjumpai Senja Yang Sangat Sempurna. Senja sempurna dengan sisa-sisa rintik didalamnya dan senyum simpul yang tulus darimuu disana. Itu senja terindah yang pernah kuu lihat. Dan tak pernah lagi kuu temui senja sesempurna itu. Senja dengan senyum simpul dan matahari bulat yang siap tenggelam bersama malam.
Sampai suatu ketika aku tersadar, setelah lelah tertatih memantapkan hati, akhirnya aku sampai disebuah pijakan terakhir. Saat aku menyadari bahwa ini adalah salah satu kenyataan pahit yang terselip yang kemudian kembali menyadarkankuu.. Senja Sempurna itu adalah senja terakhir kita. Senja Sempurna yang pertama kuu rasakan yang kemudian juga kembali menjadi senja yang terakhir..



Depan Fort Rotterdam Makassar
11 Januari 2011
Jauh sebelum harii inii.. :))

Sabtu, 19 Mei 2012

Tentang Hujan dan Senja

Selepas senja mengotak-atiik cacatan usang. Dan kuu temukan tulisan inii. Dan saya sangat suka.

"Hujan memang telah menjadi kekasih terindah untuk dinikmati.
Bagaimanapun aku juga merindukanmu dengan hujan terindah di sebuah senja sayang!"
(Mr. POet 20 Februari 2011)





Kita memang sepasang kekasih yang sama mencintai senja. Aku mencintai senja yang selalu berakhir cantik karena selalu ada yang bisa dituliskan selepas senja. Apalagi dengan sentuhan Titiktitik hujan yang jatuh dengan manis. Sayang, bisa tolong bisikkan pada kuu tentang ucap kuu yang tadi sungguh bahwa kita memang pernah samasama mencintai senja dan menikmati sisa-sisa hujan disebuah senja diatas langit Samata???

Atau paling tidak selipkan kata yang bisa sedikit saja membuat kuu yakin sayaang..
Ohh.. yaa. Satu lagi, aku masih setia menyimpanmuu rapat sayaang..
Sangat rapat! Menyimpaannya diselasela hati.. :)) 


BTP, 19 Mei 2012
Saya masih RINDU! 

Minggu, 29 Januari 2012

Dan sekali lagii.. ini tentang luka!

"kita pernah menuliskannyaa pada sebuah senja yang jingga pun pada rintiik yg perlahan memenuhii setiap sudut kota itu.
kita pernah beranjak,, menapak,, melintas jauh diantara rerumputan dan durii..
kita pernah teriisak dan merataap nataap saat malam mulaii beranjak jauh..

sesaal..
yah.. itu memang yang terlintas saat mengingat setiap kenangan yang pernah lalu lalaang disetiap hembusan nafas..
tapii,, bukankah aku harus ikhlas??
ikhlaas melepasmuu..
ikhlaas menjalanii semuanyaa..
ikhlaas menatapmuu bukan lagii sebuagaii sebuah cintaa..
dan cukup menyimpanmuu sebagai sebuah kenangan dengan luka??

tapii.. pada kenyataannya aku suliit untuk ikhlaas..
aku tak mudaah untuk menatapnyaa sebagai sebuah akhir yang baikbaik sajaa..
menatapnya tidak bukan sebagai sebuah sesal dan luka..

aku sadaar.. ternyata tidak mudah melepasmuu..
tak mudah menatapmuu sebagai sajak indah..
tapii kamu tersimpan rapaat sebagai sebuah sajak yang luka..

dan aku..
diamdiam masiih menyimpanmuu rapaat pada senja diantara rintiik yang jatuuh menderas!

SAMATA, 29 Januari 2012
tepaat saat aku masiih berkutat dengan tugas.. :)"