Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Flat Shoes dan Sendal Jepit

Aku sang pencinta Flat Shoes.. 'FLAT SHOES' bahasa inggrisnya sepatu datar itu pernah punya cerita lucu di sebuah tempat kursus bahasa inggrisnya orang-orang Jago.. hahaha. ketawa sendiri kalo ingat cerita lucu itu. Well,, forget 'bout it next,, aku suka sekali pakaii sepatu datar. Sampai kemana2 bisa pakai sepatu datar. Berhubung karena memang sudah suka sepatu datar, pas kuliah juga wajib pakai sepatu datar dan MERDEKA! Koleksi pun bertambah. Tapi karena jadwal kuliah ada lab.nya dan msh harus menyesuaikan diri tgl sendiri,, sepatu terabaikan. Selama setahun jadi Maba, punya 5 sepatu tapi semuanya rusak dan cuma bisa menyelamatkan 1! Hiikkss.. Tapii skrg sdh sedikit care sama sepatu yg baru. Selalu suka mengumpulkan sepatu datar.  :))
sepatu kesayanganku yg sudah lecet tp masih suka dipakai :D

Selain pencinta FlatShoes,, saya juga pencinta sendal jepit. Hahaha. punya banyak sendal jepit dirumah karena my lovely sister juga hobby beli dan pake sendal jepit. Dulu punya sendal jepit kesayangan ada dua. Yg merk SWALLOW *pasti banyak yg punya* putih yg talinya ungu tapi hilang. Terus beli sendal jepit Ando yg warna ungu tapi kebesaran hilang juga. Padahal sendalnya sudah buntut sangat. Pas pulang ke Palopo, bersiap balik ke Makassar,, Mama belikan sendal jepit yang baru.. huhuyyy. dan sendal ini yg jadi sendal jepit kesayangan sekarang.. :D



inii yg lama.. yang pake sapa yahh?? :'(


Ketika rindu dengan barangbarang kesayang!
Miss Sendal Jepit :D


Kamis, 02 Agustus 2012

Re-post : ....

Ketika hidup mengajarkanmu tntg bagaimana memilih yang terbaik dan bagaimana bertahan dengan apa yg menurutmu terbaik, percayalah belajar melepaskan adalah cara yg tebaik menentukan mana dan siapa yg terbaik diantara keduanyaa. Terkadang skenario hidup kita jauh dari apa yg kita inginkan, tapi inilah hidup. Jalani apa yang ada didepan mata. Belajar sakit itu, mengajarkanmu banyak.. :*

Kuu titip doakuu untuknya yaa ALLAH. Jaga diaa..
*lama tak mendengar kabarnya, sayang semoga kau baikbaik saja*

Senin, 09 Juli 2012

Hijab Style


Iseng-iseng, minggu tidak ada kerjaan.
Hijabnya hadiah kelulusan dari Mam.
Baju dari Mama juga.. :))
Pasmina : Unbranded
Hijab style : Turban


|Nino|

Minggu, 08 Juli 2012

A Tributte To Nora Ephron



Jum'at malam ada agenda acaranya teman-teman Cinema Appreciator Makassar yg dikasi nama A Tribute to Nora Ephron yang mereka adakan di Warkop Cappo Alauddin Lt. 2. Kesana agak telat, habis sholat maghrib ternyata diluar hujan walaupun tidak terlalu deras. Prepare myself. Outfit that night, just simple. lets see... But sorry for the picture, cause I don't have an expensive camera, just use my phone camera.

Black Cardigan and Bag are unbranded :D
My Pants too
My hijab style is simple 
Tshirt : two17
Shoes : Bata Shoes

Well done, thats what I use. Next.. jam menunjukkan pukul 06.45 tepat. Berangkat. Menembus rintik yang tak lama berubah menjadi sebuah hujan yang sukses membuat kuyup. Lepas itu. Sampai di tempat ketemu sama Kakak-Kakak dari Cinema Appreciator Makassar. Langsung menuju lantai 2, ternyata datangnya lumayan cepat tempat-tempat masih banyak yang kosong. Pilih tempat dekat pintu keluar takutnya pengen ceppat balik karena berburu dengan waktu. Duduk, OL, dan bercengkrama dengan nyamuk-nyamuk yang setia mencium mesra kulit-kulitku. Makassar still rainy out there, keputusan pun diambil tanpa menunggu semua kursi terisi, Kak Ilo *kalotaksalah* langsung mebuka acara. Simple. Sederhana dan tidak terlalu formal. Very enjoy that time.

Langsung bahas tentang Nora Ephron. Tentang penulis skenario sekaligus sutradara yang menyajikan rentetan dialog yang sederhan, ringan, tetapi memiliki makna yang dalam. Itu menurutku tentang Nora Ephron. Malam itu, pemutaran film Nora Ephron yang judulnya Sleepless In Seattle yang di produksi tahun 1993 yang diperankan oleh Tom Hanks dan Meg Ryan. Jalan ceritanya menurut saya romantis. Dan film ini merupakan salah satu Film Romantic Komedi *romcom kata Kakak di Cineappmks* yang menyajikan tontonan yang menghibur menurutku. Ada adegan-adegan yang tak terduga yg terjadi disana. Ketika pertemuan diatas Empire  State Building dikarenakan Jonah sang anak dari Tom Hanks nekat mempertemukan Sang Ayah dan Calon Ibunya. Adegan ini yang pali WOW menurut kuu. KEREN SANGAT.


Pemutaran film sekitar 2jam kalo tidak salah ingat, dan dilanjut dengan diskusi film dengan teman-teman yang datang dilanjut dengan Pengumuman pemenang Quis dan Pertanyaan dari kakak CAM. Well.. saat Quis  berlangsung, kak Akbar mengajukan pertanyaan tentang judul film apa yang disutradarai oleh Nora Ephron selain Sleepless In Seattle dan sangking semangatnya karena tau jawabannya, saya angkat tangan dan spontan teriak "When Harry Met Sally! Thats the answer!" Dan jawabannya BENAR! Dan saya dapat DVD "Find Me Guilty" sebagai hadiah dari KAkak CAM!


Well.. setelah saya dapat DVD, ternyata Kakak 27centii juga dapat DVD dari Kakak CAM. Total DVD yg dibagikan ke pemanang malam itu ada 4. Well.. malam yang seru dengan kakak dari CAM dan teman2 lain yang hadir malam itu, ada juga dari Komunita Cinematografinya STIMIK yang kalo tidak salah namanya "FENATOGRAFI" yg juga malam itu ramai hadir, juga kakak-kakak filmaker dan movimaker lainnya dari Makassar. Sempat diinformasikan juga dari mereka kalo akan ada kegiatan rutin tiap sabtu yang akan membahas seputar film Lokal maupun Film Luar yang bekerjasama dengan teman-teman sutradara film lokal Makassar yang acaranya diberi nama "SAbtu Seru". *hope anytime bisa join lagi :D*


Pulang.. Yahh.. jam sudah menunjukkan pukul 10 lewat sedikit yang artinya mari kita pulang. Pamit dengan kakak2 dari CAM. Meluncur. Dinner dulu. Sampai rumah sholat Isya dan kemudian tepar seperti biasa.Dibawah mau posting foto narsis yg bareng hadiah DVDnya.. :D *huiihuii* 






"[no success] Most of us live our lives devoid of cinematic moments."
Nora Ephron (1941-2012)
 
 
|Nino|

Kamis, 05 Juli 2012

Jum'at dan Cerita

Aku pernah menunggunya mengusaikan sholat Jum'at..
Menunggui selesai sholat Jum'at itu selalu deg-degan.
Takutnya nanti ada tamu yang tak diharap mengetuk.
Usai menyelesaikan sholat, dia akan datang.
Membawa lauk untuk makan siang.
Makan siangnya bertiga, walau begitu tetap romantis.
Sepiring berdua, dengan lauk yang dipenuhi dengan sayur daun singkok yang dicampur dengan kelapa lengkap dengan ikan goreng dan sambel atau paling tidak cabe rawit yang merah.
Lepas makan siang, betah dihadapan kipas angin.
Panas dan pedis. Itu yang terasa.
Setelah itu, bersiap kemas-kemas.
Jadwal kuliah menunggu, lalu kemudian jalan.
Melalui persimpangan jalan yang masih itu-itu saja.
Lepas itu, pamit.
"Hati-hati sayang, SMS kalau sdh sampai. Luph U."

Masih dengan Dhuhur dan Langit Samata yang mendung
|Nino|

Jumat, 30 Maret 2012

Surat teruntuk Dirikuu Sendiri


Dear,
My self

          Sometimes, bagi kita hidup memang kadang tidak adil. Kita menginginkan sesuatu untuk selalu ada didekat kita, selalu ada untuk kita, dan menginginkan sesuatu untuk selalu jadi apa yang kita inginkan tapi sesungguhnya itu semuanya hanyalah sesuatu yang dititipkanNya untukmu. Dia menginginkannya agar kamu bisa benarbenar menjaga apapun yang diberikanNya untukmu tapi Dia juga akan mengambil apa yang kamu miliki suatu saat nanti. Semua yang sudah kamu miliki, yang pernah kamu miliki.  Dan semua itu akan menjadi sebuah pelajaran untukmu ke depannya.
          Belajarlah untuk bisa menerima suatu keadaan atau kondisi, sekalipun itu susah, sulit, dan membuatmu harus bekerja ekstra untuk melaluinya. Belajarlah untuk kuat. Kuat yang benarbenar kuat. Kuat yang benarbenar bisa membuatmu bertahan dalam sebuah keadaan yang benarbenar membuatmu merasakan sakit yang bukan Cuma sekedar sakit. Belajarlah untuk ikhlas dan sabar, karena dengan ikhlas dan sabar, sebuah usaha akan berbuah indah meskipun mungkin bukan sekarang. Belajarlah untuk memaksa dirimu untuk benarbenar tegar, bukan hanya tegar didepan mereka, tetapi tegar untuk dirimu sendiri karena dengan begitu kau akan kuat melalui semuanya. Belajarlah untuk menerima sebuah kondisi yang ada disekitarmu. Belajar untuk tidak terlalu peduli, karena jadi orang yang terlalu BAIK itu tidak enak. Dan belajar untuk tidak selalu menganggap bahwa semua yang kita lakukan itu baik, karena tidak semua yang kita anggap baik itu, juga akan baik menurut orang lain. Belajar untuk menerima sebuah perubahan yang terjadi, meski mungkin itu adalah sebuah perubahan besar.
Hidup memang adalah sebuah pilihan, dan kamu sudah memilih kondisi ini, kondisi kamu yang sekarang adalah pilihanmu, jadi belajarlah bertanggungjawab dengan apa yang telah kamu lakukan, bertanggungjawab dengan apa yang sudah kamu mulai karena yang akan mengakhirinya bukan dia, teman, sahabat, ataupun keluarga, tetapi yang harus mengakhirinya adalah dirimu sendiri. Meskipun, memang terkadang keadaan membuat kita sulit untuk melakukan itu semua tapi jadikan sebuah masalah yang kamu lalui sebagai sebuah pembelajaran hidup untuk diri sendiri.
          Sebuah pilihan terkadang memaksakan kita untuk melakukan apa yang ada diluar pikiran sehat kita. Melakukan halhal yang bodoh, menangis, meraungraung, menertawakan  diri sendiri, bahkan membanting barangbarang, bukankah itu tindakan yang bodoh?? Heii..... wake up! Life must go on. Sebuah masalah tidak akan selesai dengan melakukan tindakantindakan bodoh itu. Berhenti menyalahkan diri sendiri, berhenti menyakiti diri sendiri, dan berhenti menatap sebuah masalah sebagai sebuah akhir yang akan terulang. Ingat, masih banyak yang menyayangimu, maasih banyak yang memberikan senyum tulusnya untukmu, masih banyak yang akan selalu ada untukmu. Berhenti menatap sebuah masalah sebagai sebuah akhir yang akan terus membuatmu terpuruk, membuatmu memaki diri sendiri. Ini yang sudah kau pilih, diantara sekian banyak pilihan yang ada. Baik tidaknya pilihan yang kau ambil adalah apa yang harus kau lalui. Ini yang harus kamu jalani sekarang. Kata sesal itu sudah tidak berguna.
          Sekarang, kamu hanya ada pada sebuah pilihan. Melanjutkan hidup. Menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Menikmati konsekuensi dari sebuah pilihan yang sudah kamu ambil. Belajar untuk bertanggungjawab dengan sebuah pilihan. Belajar untuk percaya bahwa semua akan indah pada waktunya meski itu tidaklah mudah. Belajar untuk pass it by yourself. Karena kamu sudah memilih. Dan pilihanmu yang memaksamu untuk melalui keadaan seperti sekarang ini.
          Memulai untuk sebuah pijakan yang baru memang tidaklah mudah. Tapi ingat, pilihan hidup adalah pilihan diri sendiri, dan belajarlah untuk bertanggungjawab  terhadap diri sendiri. Melangkah untuk memperbaiki pijakan yang lalu, adalah pilihan yang terbaik untuk bangkit dari sebuah keterpurukan. Belajaar... belajaar.. dan belajaar.. Belajarlah untuk lebih baik. J
Notes :
Remember thiis song.
“Hidupmuu indah bila kau tauu.. jalan mana yang benar.. Harapan ada,, harapan ada.. bila kau percaya.. J”

With Love..

Nino_

Rabu, 28 Maret 2012

Aku Trauma


Entah dari mana sedang ingin menulis, bingung mau tulis apa tapi ini yang sempat singgah dilamunan pada sebuah pagi yang sakit. Ini mungkin lebih ke-yang rasa kecewa. Rasa kecewa yang sudah tersimpan lama, dan jelas ini semua muncul setelah kisah yang lalu itu berakhir.

Sekarang, ada rasa ‘TAKUT’ untuk kembali mencicipi rasa itu. Trauma. Yahh.. mungkin kata itu bisa menggambarkan apa yang sedang saya rasakan. Trauma karena pernah menikmati kisah yang ternyata dipenuhi dengan kebohongan. Trauma yang mungkin bisa dikatakan LEBAY tapi, thats what I feel. Kisah yang indah itu ternyata tersaji bersama kebohongan. Saat sebuah kejujuran sudah tidak memiliki nilai yang penting, saat kebohongan sudah menjadi santapan paling enak, dan saat kepercayaan sudah tidak lagi bernilai.

Jujur, sekarang benarbenar merasa takut untuk jatuh lagi walaupun tidak menutup hati tapi mungkin akan benarbenar selektif untuk memilih. Ketakutan yang berlebihan mungkin, tapi untuk memulai suatu yang baru lagi, rasa takut lebih sering menghantui untuk memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya.

Sekarang, sedang tidak ingin mencicipi rasa itu lagi. Masih takut dan belum siap mengalami kekecewaan lagi.. Hahaha. Ternyata kisah yang kemarin ‘SUKSES’ membuat saya menertawakan diri sendiri. Walaupun sebenarnya ada yang mencoba untuk mengembalikan keinginan untuk mencicipi rasa itu, tapi ternyata rasa takut saya lebih besar. :D

Sekarang hanya sedang ingin menjalani semuanya dengan apa adanya. Lebih ingin semuanya berjalan apa adanya. LET IT FLOW sajalah untuk sekarang ini. Dan sedang betah menikmati sisasisa luka. J


Samata, 29 Maret 2012
Tentang sebuah kecewa dan tepat memilih kata ‘TRAUMA’

Pelajaran

Ini tentang sebuah pelajaran, bukan lagi tentang sesal. Kita sudah tidak lagi bicara tentang sesal. Meski kecewa masih betah mampir meski tak diundang untuk lalu-lalang ngalor ngidul berbicara tentang kenangan masa lalu, untuk kembali mengingatkan tentang sebuah CINTA yang menjemput tepat pada sebuah senja yang akhirnya adalah luka. Aghh.. sudahlah sayang, tak usah berlamalama disana.. segeralah pergii.. lekas! Aku sedang menikmati sebuah serangan asam lambung yang sungguh sangat tidak mengenakkan. Sampai jumpa pada pelajaran berikutnya.. 

Samata, 27 Maret 2012 
 

Selasa, 20 Maret 2012

"Indonesiakuu : Bukan Meninggalkan, tapi DITINGGALKAN!"


Beranjak menjemput senja yang setia bersama rintik, saya lebih memilih untuk duduk setia di depan TV. Awalnya, hanya mencaricari channel yang layak atau yang menyajikan acara-acara yang yahh bisa dikatakan menarik, sampai akhirnya bercokol di Trans7 dan TransTV. Waktu itu dengan saksama menikmati program ‘Indonesiaku’.

Program ini membahas tentang wilayah-wilayah di Indonesia yang bisa dikatakan jauh dari campur tangan pemerintah. Salah satu wilayah yang menjadi pokok pembahasan pada program kali ini adalah salah satu daerah di Pekan Baru, Riau tepatnya di desa Talang Mamak. Desa ini masih berada dalam wilayah Taman Nasional yang dimana hewan dan tumbuhannya dilindungi oleh Pemerintah.

Desa Talang Mamak atau suku Talang Mamak adalah salahsatu suku Melayu Tua. Suku ini berada di seputaran Sungai Gansal. Untuk bisa sampai ditempat ini dibutuhkan waktu 8 jam dengan menggunakan perahu yang bentuknya agak panjang menurut saya dengan jalur Sungai yang yah bisa dikatakan jalurnya lumayan bikin perut mual (berhubung ngakk suka sama yang namanya ‘jalur’ sungai dan laut. SCARY! >.<) dan malihat tayangannya medannya itu lumayan menantanglah bagi yang suka berArungJeram ria. Selain itu bisa dengan berjalan kaki dengan menempuh jarak kurang lebih 3 – 4 jam tetapi harus melalui medan-medan yang agak menanjak.

Well.. melihat desa dan kehidupan masyarakat kecil yang ada di daerah ini sekitar 30 menit, kesan yang saya dapat ‘kehidupan’ orangorang ini sangat miris. Bagaimana tidak, melihat kondisi masyarakatnya yang berada jauh dari hiruk-pikuk kota, kondisi ekonomi yang hanya bergantung pada hasil kebun yang tidak lain hanya berasal dari buah-buahan yang tumbuh di dalam Taman Nasional. Mereka tidak lagi sebebas dulu untuk berburu dan mengolah kebun-kebun liar tersebut karena sekarang semua tanaman dan hewan yang ada di sekitar mereka termasuk didalamnya, kayu, harimau sumatera, tapir, dan lainnya. Sebelumnya, mereka hidup tentram dengan menerapkan sistem mengolah tanaman sekitarnya dengan sistem ‘ladang berpindah’ namun kegiatan ini mereka tinggalkan melihat sudah ditetapkannya sebagian Taman Nasional.

Hal miris lainnya yang saya liat dari tayangan ini, yaitu tidak adanya aliran listrik yang masuk ke tempat tinggal warga, padahal mereka membayar pajak yang notabene adalah sebuah kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia yang ditujukan untuk pembangunan wilayah mereka sendiri, tapi apa yang seperti ini yang dikatakan ‘PEMBANGUNAN UNTUK RAKYAT’??? Meraka rutin membayar pajak dan menyisihkan uang yang mereka miliki, tapi mereka bahkan tidak bisa mencicipi jerih payah mereka yang rutin mereka kumpulkan. Bukan hanya itu, sekolah yang ada ditempat mereka kalau menurut saya itu sangatlah tidak layak, walaupun memang warga desa tersebut tidaklah banyak tapi, bukan kah pendidikan itu harus merata?? Seperti yang disebutkan pada salah satu Pasal di Undang-Undang kita?? Kembali mengapa saya mengatakan bahwa sangat tidak layak, karena sekolah ini tidak mempunyai tenaga pendidik! (WHAT??? Sekolah tanpa GURU.. Bagaimana bisa???) Bukan hanya itu ruang kelas mereka pun hanya berdindingkan kayu dengan alat tulis seadanya. Bukan hanya tentang masalah pendidikan, tetapi juga masalah kesehatan, tenaga medis yang datang ke daerah ini hanya 1 kali setahun(ckckckckkk) dan ditempat ini tidak ada Pusat Kesehatan Masyarakat alias Puskesmas (..OMG..).

Seperti inilah nasib salah satu Desa yang berada di dalah hutan dengan transportasi yang bisa dikatakan sulit dan tidak terjamah oleh tangan-tangan pemerintah walaupun berada satu lingkungan dengan Taman Nasional yang tidak lain dikelola oleh Pemerintah. Seperti ini jugalah janji-janji para petinggipetinggi yang duduk diatas singgasana yang mengatasnamakan ‘RAKYAT’! Mungkin benar apa yang dikatakan oleh salah satu warga di Desa Talang Manak, yakni “Bukanlah kami yang meninggalkan Negara ini, Tapi kamilah yang DITINGGALKAN!”
Aghh... Indonesiakuu..
Sampai kapan kau akan terus seperti inii??
Dimana PANCASILAmuu..
Dimana Undang-Undangmuu..
Dimana hak-hak rakyatmuu..

#ini barulah secuil fakta yang ada di Negerikuu ini.. Negeri yang selalu kuu bangga-banggakan..

Kamis, 15 Maret 2012

Satu kata Percaya


Pada sebuah malam yang pengap diantara purnama dan langit yang mengap. Aku melihatmuu menangis, menyeka butiranbutiran air mata yang perlahan jatuh melintas dipipi muu. Aku bahkan tak percaya melihatmuu meneteskan air mata saat aku hendak beranjak pergi. 


Katamuu, sepertinya aku sudah tak lagi memberimu rasa percaya kuu. Hingga kau pun meneteskan air mata. Melihat semua yang sudah kita lakukan, semua yang sudah kita jalani ‘kepercayaan’ adalah sesuatu yang sangat berarti untuk kita. Tapi, ternyata percaya kuu telah berkurang sayaang bahkan perlahan pudar. Aku tak lagi tau harus menjalani kisah kita seperti apa. Bimbang.. Sungguh. Aku tak tau harus bagaimana lagi menghadapimuu, sampai akhirnya kuu putuskan untuk mengakhiri semuanya. Karena bagikuu, kepercayaan adalah pondasi untuk kita ke depannya. Dan sekarang, aku tak lagi menemukan ‘percaya’ itu. 


Namun, malam beranjak menyambut  pagi yang kemudian membuatmuu berkata untuk memperbaiki semuanya. Aku mungkin ‘bodoh’ karena masih memberimuu kepercayaan kuu untuk memperbaiki semuanya, karena ternyata kamu bukan orang yang benarbenar bisa dipercaya.  Dan kuu rasa, itu hal terbodoh yang kuu lakukan untukmuu, karena aku memberikan ‘percaya’ kuu untuk seseorang yang tak pernah menghargai sebuah kata ‘percaya’.

Samata, 14 Maret 2012 08.01 a.m
Saat kuu temukan sebuah catatan tentang ‘korban perasaan’. Sebenarnya, tidak ingin memposting ini, tapi hanya sedang ingin menegaskan sesuatu. :D

Selasa, 13 Maret 2012

Malam ini

Lemaas.. Kepala pusiing.. Badan demam.. tulaang pipi sakii..
Ugghh.... this a bad condition. Yahh.. sekarang saya sedang sakit. Alergi kambuh garagara keseringan keluar rumah ngaak pake masker, dan keluar rumah pas lagi hujan. Dengan kata lain, saya sakit garagara diri saya sendiri.

Akhirakhir ini, sering keluar rumah karena mengurus beberapa hal yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi 'dipenting'kan. Terlalu sering mengeluarkan energi tapi tidak memikirkan pasokan energi dalam tubuh dan yahh.. berakhirlah seperti ini. SAKIT. Alergi kambuh garagara debu dan keseringan kena hujan. Kepala awalnya sakitnya gak sakitsakit amat tapi lamalama tambah parah dan akhirnya disammbut dengan demam.

Alergii dengan debu merupakan salah satu hal yang sangat berat untuk saya karena disekitar tempat tinggal saya adalah tempat yang langganan dilalui mobil2 yang 'mwmbawa' debu. Dan alhasil, alergi meningkat ditambah sekarang musim penghujan setia menemani kota Makassar dan sekitarnya.

Saya alergi dengan debu dan 'huja' (kalo kena hujan maksudnya). Dan saya punya penyakit sinusitis yang sudah sejak dari SMA kelas 3. Penyakit saya ini biasanya kambuh kalo alerginya kambuh. Atau dengan kata lain saya tidak boleh 'flu', karena pasti dan yakin akan meningkatkan kemungkinan sinus saya kambuh. >.<

Dengan kondisi seperti ini, saya bisa belajar untuk lebih menjaga kesehatan tubuh dan menjaga stamina agar tetap stabil. Dan yang pasti, menyediakan masker dan jaket agar terhindar dari hujan. :D"

Senin, 12 Maret 2012

Inspirasi Man Jadda Wa Jada dari Negeri 5 Menara

Wel.. Malam ini sedang tidak melakukan apaapa. Dan malam ini malas. Sendiri mengurung diri di kamar, malas bergerak garagara kaki yang lebam dan sakit benarbenar terasa yang membuat saya malas melakukan aktifitas apapun.

Malam ini sebenarnya ingin menulis tapi bukan dari pemikiran saya sendiri. Tulisan yang akan saya Posting adalah tulisan dari Kak MM (begitu saya memanggilnya). Saya kenal dia pas Semester 1 saat saya pertama kali menginjakkan kaki di UIN Alauddin Makassar. Dia bukan senior saya, tetapi dia adalah teman dari kenalan baru saya saat itu. Awal kenal dengannya pertama canggung karena dia adalah senior saya, tapi perlahan saya merasa dia orangnya asik. Dia adalah seorang mahasiswa fakultas Seni dan Desain jurusan Seni Rupa di Universitas Negeri Makassar (UNM). Dia jago nulis atau bisa dikatakan punya bakat menulis. Dia juga aktif disalah satu Forum Sastra yang disebut Forum Lingkar Pena yang diketuai oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadya, dan Mutmainna. Mungkin bagi para pembaca novel, namanama seperti Mbak Helvy dana Mbak Asma Nadia sudah bukan lagi sosok yang baru didunia tulismenulis, karena sudah banyak buku atau novel yang sudah mereka terbitkan.

Sekarang saya akan menulis postingan dari Kak MM tentang tulisannya yang dimuat di Harian Fajar edisi 4 Maret 2012. Dia menulis tentang Negeri 5 Menara yang sejak tanggal 1 Maret sudah banya dibicarakan dikalang para penikmat Novel dan Film. Dan ini tulisan Kak MM yang sempat saya minta karena belum sempat baca. Enjoy..


Inspirasi Man Jadda Wa Jada Dari Negeri 5 Menara




Hari kamis sore, saat terbangun dari tidur kemudian saya menerima sms. 
 “kaakak.. Negerii 5 menara sdhh ada di Bioskop.. ^o^”
“iya. Hari ini,” saya membalasnya.

Negeri 5 Menara, sejenak mungkin tak asing lagi mendengar judul buku ini bagi yang sudah membacanya, tapi akan sangat penasaran bagi yang belum membacanya.Ceritanya berawal dari seorang anak bernama Alif yang berangkat ke pesantren dengan setengah hati karena permintaan orang tuanya agar nantinya jika telah dewasa Alif dapat menjadi guru agama di Maninjau seperti keinginan orang tuanya. Di hari pertamanya di Pondok Madani, Alif terkesima dengan ‘mantera’ man jadda wa jada yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses.

Di pesantren itu, Alif bertemu dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Mereka bertemu dalam sebuah hukuman ‘jeweran berantai’ dan akhirnya diakrabkan dengan nama kelompoknya Sahibul Menara. Di bawah naungan menara masjid yang menjulang mereka kerap tinggal menunggu magrib sambil menatap awan yang menuju ufuk, itulah kebiasaan unik mereka. Mereka menatap awan seperti mimpi-mimpinya yang bergerak membentuk negeri-negeri lain di luar Indonesia.

Namun, sebelum Alif berangkat ke pesantren cita-citanya dulu bukanlah ingin menjadi seorang guru agama, dia ingin kuliah di ITB dan mengikuti jejak BJ Habibie. Semenjak berada di pesantren keinginan itu kembali muncul setelah salah seorang temannya memberitahukan keistimewaan ITB. Tapi itu urung dilakukannya karena terlanjur jatuh hati berada di Pondok Madinah, Gontor.

Belajar di pesantren membuat Alif mendapatkan warna-warna lain. Dia beranggapan bahwa pesantren itu adalah tempat penampungan kuno. Namun, di Gontor dia menemukan banyak hal yang berbeda seperti komentator sepakbola yang berbahasa arab, terkadang berbahasa inggris, ustadz yang jago bermain sepak bola dan masih banyak lagi. Pondok Madani juga menjunjung disiplin tinggi sehingga lulusan-lulusan dari pesantren tersebut menjadi lulusan yang bertanggung jawab dan komitmen. Di kelas, setiap hari didengungkan kalimat man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses, menjadi kalimat yang membakar semangat mereka.

Setelah ikrar mereka di bawah menara untuk membuktikan mantera itu. Pada akhirnya setelah mereka sukses dengan ‘mantera’ man jadda wa jada keenam bocah ini kembali bertemu di bawah menara dengan kisah kesuksesan mereka masing-masing.

“Sudah nonton,” sms balasan dari kenalan saya dari UIN.
“Belum,” jawabku.

Karena saya sering mengikuti diskusi Ahmad Fuadi (Penulis Novel Negeri 5 Menara) di televisi dan jejaring sosial twitter, saya sedikit tahu kalau Negeri 5 Menara Movie sedikit berbeda dengan filmnya. Hanya sebagian saja kehidupan dari buku tersebut diculik masuk ke dalam film. Hal itu dilakukan karena medium yang berbeda antara buku dan film. Kita lihat saja perbandingan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan filmnya, jelas berbeda bukan? Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El-Shirazy juga berbeda dengan isi bukunya. Penyingkatan cerita memang perlu dilakukan karena dalam film banyak penggambaran detail audio visual yang menjadikan gambar menjadi sebuah tolak ukur yang berbeda dari buku, Misalnya pemandangan maninjau, bukit tinggi dan pengkarakteran tokohnya. 

Film Negeri 5 Menara telah diputar di bioskop pada tanggal 1 maret 2012 kemarin. Affandi Abdul Rachman, Sutradara Negeri 5 Menara semoga dapat membawa film ini menuju pentas film berkualitas di Indonesia.


#Dan orang yang mengirim pesan ke Kak MM itu adalah saya sendiri. :D
sumber :http://www.facebook.com/alfajry

Minggu, 22 Januari 2012

"Terisak"

"dan pagii ini aku masiih terisak diantara rintik yang menjemput pagii subuuh tadii..
akuu terisak dalam sujud kuu..
menatap nanar diantara pekatnyaa subuh..
inikah yang seharusnya dari dulu kau ajarkan??
inikah akhir yang tak pernah kita fikirkan??

Aku sakiit..
aku tak lagii menemukan dirikuu yang dulu..
aku tak lagii melihat indah dalam setiap langkah gontai kuu..

akuu jatuuh..
terpuruuk diantara subuuh yang menjemput pagii..
Aku jatuuh...
jatuuh dalam kesendirian yang menyiksa..
Aku jatuuh...
Jatuh diantara senyum indah mentarii..

aku rapuuh..
aku jatuuh..
dan aku masiih terisak.."

Jumat, 20 Januari 2012

"Ini.. Perpisahan.."

Dan malam itu.. tepat disaat kita berpisaah..
Saat malaam menidurkan para pencinta..
Kita mengakhiri semuanyaa..
Diantara malam yang mulai mendingin diantara kabut dijalan sepi..

Aku melangkah gontai..
Menyesali dan menikmati luka yang pernah kita lalui bersama..
Disetiap detik itu.. aku menangis..
Aku menangisi yang pnh terjadii..
Dan aku menyesali harus berpisah dengan muu..
Yahh.... aku menyesal harus bertemu dan harus berpisah..

Aku ingin selamanya denganmuu..
Bersama muu.. menikmati setiap hembusan nafas diantara bulirbulir cinta, airmata, dan luka..
Menikmati setiap tetesan dosa terindah diantara dinding yang pengap..
Merangkul diantara janji yang terucap mesra diantara malam..
Aghhh...... sayaangnya kita harus berakhiir bersama lukaa..
Tapii,, bukankah cinta memang sepertii ituu??
Akuu menyesal karena harus kehilanganmuu..
Tapii aku bersyukur karena Tuhan menyayangi kuu.. karena DIA memiliki rencana lain untukkuu.. 



Samata, 21 Januari 2012
Diantara rintik yang jatuh menjemput Siang