Kamis, 09 Agustus 2012

Malam, Aku Pamit!


“Sayangnya aku mempercayaimu lebih dari yang kau tahu.”

Memercayaimu sepenuhnya. Sampai kau berucap untuk melepaskan genggaman  tangan kita. Sempat berfikir kau hanya bercanda. Sampai akhirnya kau meyakinkanku. Kau memang ingin pergi. Batin Diah.

Aku terima. Untuk apa mempertahankan semuanya jika ternyata hati sudah tak ada rasa?

Jauh sebelum ini pun, aku sudah mendapatimu tak lagi sama. Kau pun berbeda. Dan sejak saat itu. Aku lebih memilih untuk meyakinkan hati, bersiaplah untuk segala kemungkinan terburuk.

Dibalik hangatnya malam  perlahan aku menarik selimut yang menutupi diriku dan dirimu!

“Aku pamit. Terima kasih untuk semua yg telah kau berikan selama ini. Dan maaf atas kesalahan yg pernah ku lakukan. Baik-baik yahh..”

Dan malam pun seolah mengiyakan keputusan itu. Mereka berpisah sesaat setelah bercumbu menikmati malam yang hangat. Mereka berpisah dalam diam setelah mengusaikan leguhan ternikmat yg pernah mereka cicipi. 



Senin, 06 Agustus 2012

Sakit itu.. Disyukuri

Kata itu yg terlintas saat mulai menikmati hari-hari dengan rasa sakit. Sakitnya sebenarnya bukan penyakit yang baru. Penyakit lama yg tidak bisa sembuh. Yahh.. sinusitis membuatkuu merasakan sakit yang yahh lumayanlah untuk membuat diriku tepar selama berjam-jam ditempat tidur dan tidak melakukan apa-apa. Sudah sering konfirmasi ke dokter masalah sinusitis ku, tapi ternyata dia tidak bisa dioperasi. Sudah pernah menawarkan diri untuk dioperasi supaya bisa sembuh tapi ternyata kata dokternya percuma kalau dioperasi karena sinusitis yang saya derita bukan sinusitis karena bakteri atau semacamnya tapi karena alergi.

Semenjak dokternya bilang seperti itu, maka berteman baiklah saya dengan masker dan obat semprot anti alergi. Tapi berteman dengan obat semprot tidak berlangsung lama karena bosan dan agak ribet. Well.. sekarang, alergi dengan debu dan sejenisnya sudah semakin menjadijadi. Sekarang, mata kuu juga kena. berhubung sering kena debu juga, mata ku jadi bengkak. Asli takuut bercermin. Papa sama Mama suruh ke dokter mata. Dan jadilah saya berkacamata LAGI.

Tapii.. sakit kan harus tetap disyukuri. Karena sakit itu belajar sabar. :))

Kamis, 02 Agustus 2012

Re-post : ....

Ketika hidup mengajarkanmu tntg bagaimana memilih yang terbaik dan bagaimana bertahan dengan apa yg menurutmu terbaik, percayalah belajar melepaskan adalah cara yg tebaik menentukan mana dan siapa yg terbaik diantara keduanyaa. Terkadang skenario hidup kita jauh dari apa yg kita inginkan, tapi inilah hidup. Jalani apa yang ada didepan mata. Belajar sakit itu, mengajarkanmu banyak.. :*

Kuu titip doakuu untuknya yaa ALLAH. Jaga diaa..
*lama tak mendengar kabarnya, sayang semoga kau baikbaik saja*