Senin, 09 April 2012

Bingkai Cokelat

Pada sebuah bingkai cokelat dengan butiranbutiran putih yang jatuh tak terhenti.
Aku menatapmuu dalam..
Dalam.. Dalaam. dan Dalam..
Sampai akhirnyaa,, Perlahan, kuu temukan bingkai cokelat kesayangan kuu itu penuh dengan kabut putih yang perlahan menutupinyaa..
Buraam..
Lalu kemudian PUDAR!
Dan akhirnya,, aku tersadar.. bahwa tepat saat butiranbutian itu jatuh saat itu pula aku harus kehilanganmuu...
Sampai jumpa pada hujan selanjutnya sayaang..
Akuu masiih setia dengan airmata..
Dan LUKA..

Sabtu, 31 Maret 2012

Pengabdian : Sekolah Daun


Malam minggu mungkin banyak yang menyempatkan waktu untuk keluar jalan, hunting, makan, atau sekedar ingin menikmati malam diseputaran tempat-tempat yang memberikan ‘view’ yang bagus. Dan pastinya, tidak sedikit yang memililh untuk  betha di rumah. Tapi, malam ini saya lebih memilih untuk stay di rumah dan nangkring depan TV. Dan pilihan yang tepat untuk malam ini adalah nonton TV sambil sesekali berSMSan  ria dengan teman-teman sembari berbagi apa sedang mereka lakukan malam ini.

Pilihan untuk menonton TV selalunya bercokol di TransTV, Trans7, Metro TV, sama TvOne. Dan pilihan itu masih berlaku malam ini, sesekali menonton acara komedian, berita yang menyajikan pengetahuan umum baik itu dari segi pemerintah maupun yang lain. Dan malam ini, di MetroTV menyajikan tentang Kepala Negara yang melibatkan istri-istri mereka dalam pengambilan keputusan atau kebijakan yang melibatkan kepentingan Negara. Antara lain dari Ibu Negara tersebut adalah 2 orang Ibu Negara dari Pemerintahan di Amerika Serikat sana, yaitu Hillary Clinton yang pernah menjadi First Lady dan juga Ibu Negara Amerika yang sekarang yaitu Michelle Obama.

Tapi sekarang, saya tidak ingin membahas tentang acara yang ada di MetroTV tapi saya akan membahas tentang acara yang ada di TransTV. Pengabdian itu nama acara ini. Pengabdian kali ini membahas tentang perjuangan seorang guru yang mengabdikan hidupnya untuk mengajar di sebuah sekolah yang ada diatas bukit.

Sekolah Daun, itu nama sekolah ini. Letaknya berada di atas bukit yang ada di salah satu daerah di Sulawesi Tengah. Sekolah ini berada jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Berada diatas bukit dengan tinggi yang menjulang dan jauh dari kehidupan kota dengan kehidupan masyarakatnya yang belum menikmati fasilitas listrik dan air bersih. Hidup dalam kesederhanaan tidak membuat mereka menyerah dan kehilang semangat untuk tetap melalui hidup mereka. Kehidupan masyarakat suku Kaili inde, Sulawesi Tengah ini lebih cenderung hidup sendiri sehingga jarak antara rumah yang satu dengan rumah yang lain cukup jauh. Masyarakat didesa ini hidup dengan berkebun.

Ibu Indrawati, sosok yang memberikan mereka semangat untuk melalui kembali harihari mereka. Guru seorang pahlawan tanpa tanda jasa, menurut saya cocok diberikan kepada Ibu yang satu ini. Walaupun hanya sebagai seorang guru bantu tidak menyurutkan keinginannya untuk mengajar, berbagi, dan memberikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepaada para siswanya yang selalu menunggunya.

Perjalanan menuju Sekolah Daun tidaklah sebentar, letaknya yang berada diatas bukit membuat Ibu Indra harus melakukan berjalanan kaki selama kurang lebih 3 jam untuk sampai di sekolah ini. Waktu yang tidak sebentar untuk dilalui dengan berjalan kaki. Selain itu, dia harus melalui medan-medan yang cukup terjal melewati jurang, dan berjalan diatas ketinggian denga kemiringan yang sampai berada pada 80 derajat.

Sekolah Daun hanya memilikii 2 kelas dengan 6 orang guru yang salah satunya adalah Ibu Indra, tak banyak guru yang ingin mengajar di sekolah ini melihat jarak yang sangat jauh dan harus dilalui dengan berjalan kaki.  Sekolah ini sudah mengalami  perubahan dalam pembangunannya. Awalnya, Sekolah Daun hanya berdindingkan beberapa helai daun kelapa, itulah mengapa mereka menyebutkan sekolah mereka dengan Sekolah daun walupun sekarang, sekolah mereka sudah tidak lagi berdinding dan beralaskan daun kelapa.

Sekolah ini sama dengan sekolah pada umunya, mereka sudah menggunakan seragam walaupun tidak memiliki fasilitas yang sama dengan sekolah lain. Mereka sangat mencintai seragam sekolah mereka, jadi mereka tidak menggunakan seragam mereka dari rumah. Ketika sampai di sekolah barulah mereka menggunakannya, hal ini mereka lakukan karena perjalanan mereka menuju sekolah sangat jauh dan harus melalui jurang-jurang takutnya jika menggunakan seragam mereka dari rumah, nantinya akan merusak seragam kebanggaan mereka.

Belajar dan berjumpa dengan guruguru mereka adalah halhal yang sangat mereka tunggutunggu tiap harinya karena dengan begitu mereka bisa menambah pengetahuan mereka tentang dunia luar dan perkembangan ilmu pengetahuan yang ada. Ibu Indra, sosok ibu guru yang selalu setia mengajarkan ilmu kepada mereka tidak pernah merasa lelah untuk mengajar anakanak ini. Meskipun waktu belajar telah usai, semua murid tidak langsung beranjak meninggalkan sekolah mereka. Ada yang bermain dan ada pula yang berkumpul untuk menikmati bekal yang mereka bawa dari rumah untuk menisi kembali energi untuk menapaki jalan panjang dengan jurang sebagai sahabatnya. Bekal yang mereka bawa adalah bekal yang ala kadarnya, seperti singkong rebus.

Ibu Indra tidak hanya mengajar untuk anakanak yang ada di desa tersebut, tetapi beliau juga mengajarkan cara membaca dan menulis kepada orang tua yang ada di sekita desa tersebut. Tak hanya Ibu-ibu, dan bapak-bapak tetapi juga hadir neneknenek yang sudah lanjut usia. Ibu Indra mengajar untuk memberantas buta aksara dan juga untuk membantu para masyarakat disini agar mengetahui cara menulis, membaca, dan mengetahui angka.

Ibu Indra dengan semangat yang ia miliki rela mengorbankan waktunya untuk naik,, menatapaki jalan yang panjang dan menanjak. Berjalan diatas kemiringan antara 80 derajat. Berjalan dengan bertemankan hutan dan jurang. Dialah seorang guru yang benarbenar PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Dengan harapannya, bisa menciptakan dan melahirkan generasi muda, anakanak bangsa yang kelak dapat menjadi tonggak untuk perubahan desa mereka nantinya. Semua dilakukannya untuk memajukan dan menjadikan para anak didiknya sebagai  generasi muda bangsa yang bisa berguna bagi nusa dan bangsa. Bukan hanya itu, dia juga berharap agar kelak nantinya, dianatara sekian banyak anak didiknya, kelak ada yang dapat menggantikannya. Kelak... suatu saat nantii.... J


Terpujilah wahai engkau
ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku
Semua baktimu
akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti
terima kasihku tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa…
tanpa tanda jasa


Samata, 31 Maret 2012
Nino_

Jumat, 30 Maret 2012

Surat teruntuk Dirikuu Sendiri


Dear,
My self

          Sometimes, bagi kita hidup memang kadang tidak adil. Kita menginginkan sesuatu untuk selalu ada didekat kita, selalu ada untuk kita, dan menginginkan sesuatu untuk selalu jadi apa yang kita inginkan tapi sesungguhnya itu semuanya hanyalah sesuatu yang dititipkanNya untukmu. Dia menginginkannya agar kamu bisa benarbenar menjaga apapun yang diberikanNya untukmu tapi Dia juga akan mengambil apa yang kamu miliki suatu saat nanti. Semua yang sudah kamu miliki, yang pernah kamu miliki.  Dan semua itu akan menjadi sebuah pelajaran untukmu ke depannya.
          Belajarlah untuk bisa menerima suatu keadaan atau kondisi, sekalipun itu susah, sulit, dan membuatmu harus bekerja ekstra untuk melaluinya. Belajarlah untuk kuat. Kuat yang benarbenar kuat. Kuat yang benarbenar bisa membuatmu bertahan dalam sebuah keadaan yang benarbenar membuatmu merasakan sakit yang bukan Cuma sekedar sakit. Belajarlah untuk ikhlas dan sabar, karena dengan ikhlas dan sabar, sebuah usaha akan berbuah indah meskipun mungkin bukan sekarang. Belajarlah untuk memaksa dirimu untuk benarbenar tegar, bukan hanya tegar didepan mereka, tetapi tegar untuk dirimu sendiri karena dengan begitu kau akan kuat melalui semuanya. Belajarlah untuk menerima sebuah kondisi yang ada disekitarmu. Belajar untuk tidak terlalu peduli, karena jadi orang yang terlalu BAIK itu tidak enak. Dan belajar untuk tidak selalu menganggap bahwa semua yang kita lakukan itu baik, karena tidak semua yang kita anggap baik itu, juga akan baik menurut orang lain. Belajar untuk menerima sebuah perubahan yang terjadi, meski mungkin itu adalah sebuah perubahan besar.
Hidup memang adalah sebuah pilihan, dan kamu sudah memilih kondisi ini, kondisi kamu yang sekarang adalah pilihanmu, jadi belajarlah bertanggungjawab dengan apa yang telah kamu lakukan, bertanggungjawab dengan apa yang sudah kamu mulai karena yang akan mengakhirinya bukan dia, teman, sahabat, ataupun keluarga, tetapi yang harus mengakhirinya adalah dirimu sendiri. Meskipun, memang terkadang keadaan membuat kita sulit untuk melakukan itu semua tapi jadikan sebuah masalah yang kamu lalui sebagai sebuah pembelajaran hidup untuk diri sendiri.
          Sebuah pilihan terkadang memaksakan kita untuk melakukan apa yang ada diluar pikiran sehat kita. Melakukan halhal yang bodoh, menangis, meraungraung, menertawakan  diri sendiri, bahkan membanting barangbarang, bukankah itu tindakan yang bodoh?? Heii..... wake up! Life must go on. Sebuah masalah tidak akan selesai dengan melakukan tindakantindakan bodoh itu. Berhenti menyalahkan diri sendiri, berhenti menyakiti diri sendiri, dan berhenti menatap sebuah masalah sebagai sebuah akhir yang akan terulang. Ingat, masih banyak yang menyayangimu, maasih banyak yang memberikan senyum tulusnya untukmu, masih banyak yang akan selalu ada untukmu. Berhenti menatap sebuah masalah sebagai sebuah akhir yang akan terus membuatmu terpuruk, membuatmu memaki diri sendiri. Ini yang sudah kau pilih, diantara sekian banyak pilihan yang ada. Baik tidaknya pilihan yang kau ambil adalah apa yang harus kau lalui. Ini yang harus kamu jalani sekarang. Kata sesal itu sudah tidak berguna.
          Sekarang, kamu hanya ada pada sebuah pilihan. Melanjutkan hidup. Menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Menikmati konsekuensi dari sebuah pilihan yang sudah kamu ambil. Belajar untuk bertanggungjawab dengan sebuah pilihan. Belajar untuk percaya bahwa semua akan indah pada waktunya meski itu tidaklah mudah. Belajar untuk pass it by yourself. Karena kamu sudah memilih. Dan pilihanmu yang memaksamu untuk melalui keadaan seperti sekarang ini.
          Memulai untuk sebuah pijakan yang baru memang tidaklah mudah. Tapi ingat, pilihan hidup adalah pilihan diri sendiri, dan belajarlah untuk bertanggungjawab  terhadap diri sendiri. Melangkah untuk memperbaiki pijakan yang lalu, adalah pilihan yang terbaik untuk bangkit dari sebuah keterpurukan. Belajaar... belajaar.. dan belajaar.. Belajarlah untuk lebih baik. J
Notes :
Remember thiis song.
“Hidupmuu indah bila kau tauu.. jalan mana yang benar.. Harapan ada,, harapan ada.. bila kau percaya.. J

With Love..

Nino_